Pada artikel sebelumnya, kita telah mempelajari tanda-tanda fi’il, dan sebelumnya lagi kita belajar mengenali isim. Kini tibalah kita pada jenis kata ketiga dalam bahasa Arab menurut ilmu nahwu, yaitu huruf (الحرف).
Huruf adalah elemen penting dalam pembentukan kalimat. Meskipun tidak memiliki makna yang berdiri sendiri seperti isim dan fi’il, huruf memiliki fungsi struktural yang sangat penting dalam membentuk relasi antara kata-kata dalam kalimat. Tanpa huruf, susunan kalimat dalam bahasa Arab tidak akan bisa sempurna.
1. Pengertian Huruf dalam Ilmu Nahwu
Syaikh Ibnu Ajurrum berkata:
“والحرفُ ما لا يَصلُحُ معه دليلُ الاسم ولا دليلُ الفعل.”
Artinya:
Huruf adalah (kata) yang tidak cocok padanya tanda-tanda isim dan tidak pula tanda-tanda fi’il.
Penjelasan
Sebuah kata dikategorikan sebagai huruf bukan karena memiliki ciri khas tertentu, tetapi karena ia tidak memenuhi tanda-tanda isim maupun fi’il. Jadi, huruf adalah kategori residu: jika suatu kata bukan isim dan bukan fi’il, maka pasti huruf.
2. Ciri Umum Huruf
Huruf tidak memiliki:
- Tanwin (tanda isim)
- Alif-lam (tanda isim)
- Qad, س, سوف, تاء التأنيث الساكنة (tanda fi’il)
Huruf juga tidak menunjukkan waktu (seperti fi’il) dan tidak menunjukkan makna yang berdiri sendiri (seperti isim). Huruf selalu membutuhkan kata lain agar dapat memberikan makna.
Contoh:
“في” (di) → tidak punya arti tanpa ada kata setelahnya. Tapi jika digabung: في المسجد → baru bermakna: di masjid.
3. Fungsi Huruf dalam Kalimat
Huruf memiliki fungsi sebagai:
- Penghubung antar kata atau frasa
- Penjelas hubungan antara dua unsur kalimat
- Pemberi makna tambahan seperti sumpah, negasi, pertanyaan, dll.
4. Jenis-Jenis Huruf dalam Ilmu Nahwu
Para ulama membagi huruf ke dalam beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Berikut adalah pembagian penting yang disebutkan atau dikaitkan dengan kitab-kitab dasar nahwu:
A. Huruf Jar (حروف الجر)
Huruf-huruf yang menyebabkan isim setelahnya dibaca jar (kasrah).
Contoh huruf jar:
| Huruf Arab | Arti | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| مِنْ | dari | خرجتُ من البيتِ |
| إلى | ke | ذهبتُ إلى المدرسةِ |
| عن | dari / tentang | سألتُ عن الدرسِ |
| على | di atas | الكتابُ على الطاولةِ |
| في | di dalam | الماءُ في الزجاجةِ |
| ربَّ | mungkin | ربّ رجلٍ كريمٍ |
| الباء | dengan | كتبتُ بالقلمِ |
| الكاف | seperti | هو كالأسدِ |
| اللام | untuk | الكتابُ للطالبِ |
Semua kata setelah huruf-huruf ini akan dibaca majrur (kasrah), dan ini adalah tanda isim. Maka huruf-huruf tersebut tidak bisa masuk kepada fi’il atau huruf lainnya, hanya pada isim.
B. Huruf Qasam (حروف القسم)
Digunakan untuk menguatkan sumpah.
Contoh huruf qasam:
| Huruf Arab | Contoh Kalimat | Arti |
|---|---|---|
| الواو | واللهِ لن أفعلَ ذلكَ | Demi Allah, aku tidak akan lakukan itu |
| الباء | باللهِ سأصدقُ دائمًا | Dengan nama Allah, aku akan jujur |
| التاء | تاللهِ لقد ظلمتَ نفسك | Demi Allah, sungguh engkau menzalimi dirimu |
Huruf qasam selalu diikuti isim dalam bentuk majrur.
C. Huruf Nashab Fi’il Mudhari’ (حروف النصب)
Huruf-huruf ini masuk ke fi’il mudhari’ dan mengubah harakat akhirnya menjadi fathah.
Contoh huruf nasab:
- أنْ (bahwa)
- لن (tidak akan)
- كي (agar)
- حتى (sampai)
Contoh kalimat:
- أريدُ أنْ أدرسَ
- لن أفشلَ
- كي أتعلمَ
Semua fi’il mudhari’ setelah huruf ini berubah i’rabnya menjadi manshub (fathah).
D. Huruf Jazm Fi’il Mudhari’ (حروف الجزم)
Huruf-huruf yang masuk ke fi’il mudhari’ dan menyebabkan akhirnya dibaca sukun.
Contoh huruf jazm:
- لم (tidak – past)
- لما (belum)
- لا الناهية (larangan)
- إنْ (jika)
Contoh kalimat:
- لم يذهبْ زيدٌ
- لا تكذبْ
- إنْ تدرسْ تنجحْ
Huruf-huruf ini berperan mengubah i’rab fi’il mudhari’, bukan isim.
E. Huruf ‘Athaf (حروف العطف)
Huruf sambung yang menghubungkan dua unsur setara dalam kalimat.
Contoh huruf ‘athaf:
- وَ (dan)
- ثم (kemudian)
- أو (atau)
- لكن (tetapi)
- بل (bahkan)
- حتى (hingga)
- فَ (lalu)
Contoh kalimat:
- جاء زيدٌ و عمروٌ
- قرأتُ الدرسَ ثم نمتُ
- هو مجتهدٌ لكن ضعيفٌ
F. Huruf Istifham (حروف الاستفهام)
Digunakan untuk membuat kalimat tanya.
Contoh huruf istifham:
- هل (apakah)
- أَ (apakah)
- من (siapa)
- متى (kapan)
- أين (di mana)
Contoh kalimat:
- هل ذهبتَ إلى المسجد؟
- من جاء؟
- متى تسافر؟
G. Huruf Nafi (حروف النفي)
Menunjukkan peniadaan (negasi).
Contoh huruf nafi:
- ما (tidak – past)
- لا (tidak – present)
- لم (tidak – past, untuk fi’il mudhari’)
- لن (tidak akan)
Contoh kalimat:
- ما ذهبتُ
- لا أكتبُ
- لم يحضرْ
- لن أسافرَ
H. Huruf Tawkīd (حروف التوكيد)
Berfungsi untuk menegaskan makna dalam kalimat.
Contoh huruf Tawkid:
إِنَّ، أَنَّ، لَ، قَدْ، لَعَمْرُكَ
Contoh kalimat:
-
إِنَّ اللّٰهَ غَفُورٌ (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun)
-
قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ (Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul)
I. Huruf Syarṭ (حروف الشرط)
Digunakan untuk menyatakan kalimat syarat (pengandaian).
Contoh huruf Syart:
إِنْ، إِذَا، لَوْ، لَوْلَا، مَنْ، مَا
Contoh kalimat:
-
إِنْ تَجْتَهِدْ تَنْجَحْ (Jika kamu bersungguh-sungguh, kamu akan sukses)
5. Ciri Utama Huruf: Tidak Bisa Menerima Tanda Isim dan Fi’il
Mari kita ingat kembali matan dari Ajurrumiyyah:
“والحرفُ ما لا يَصلُحُ معه دليلُ الاسم ولا دليلُ الفعل.”
Artinya:
Huruf adalah kata yang tidak bisa dimasuki tanda-tanda isim ataupun fi’il.
❖ Contoh Analisis:
- في
→ Tidak bisa ditanwin: ✘
→ Tidak bisa dimasuki alif-lam: ✘
→ Tidak bisa dimasuki “قد”, “سوف”: ✘
✅ Maka, “في” adalah huruf. - من
→ Tidak bisa diubah: ✘
✅ Maka ini huruf.
6. Contoh Kalimat dan Identifikasi Huruf
Kalimat:
ذهب زيدٌ إلى المسجدِ في الصباحِ وقرأ القرآنَ ثم جلسَ.
Analisis Huruf:
| Kata | Termasuk Huruf? | Jenis Huruf |
|---|---|---|
| إلى | Ya | Huruf jar |
| في | Ya | Huruf jar |
| و | Ya | Huruf ‘athaf |
| ثم | Ya | Huruf ‘athaf |
7. Kata Lebih dari Satu Fungsi – Contoh: Fungsi “حَتَّى”
| Fungsi “حَتَّى” | Ciri Umum | Contoh Kalimat (Arab + Harakat) | Terjemahan | Penjelasan Nahwu dan Makna |
|---|---|---|---|---|
| 1. Ḥarf Jar (huruf jar) | Diikuti isim majrūr, menunjukkan batas akhir sesuatu | أَكَلْتُ السَّمَكَةَ حَتَّى رَأْسَهَا | Aku memakan ikan itu sampai kepalanya | “رَأْسَهَا” majrūr karena didahului huruf jar “حتى”, menunjukkan akhir bagian yang dimakan |
| 2. Ḥarf ‘Athaf | Menghubungkan unsur dengan unsur sebelumnya, unsur kedua termasuk bagian penting | مَاتَ النَّاسُ حَتَّى الأَنْبِيَاءَ | Semua manusia mati, bahkan para nabi pun | “الأَنْبِيَاءَ” di-‘athaf-kan kepada “النَّاسُ”, dan di-manshūb-kan karena penekanan, bukan karena jar |
| 3. Ẓarf Zamān (keterangan waktu) | Diikuti fi’il, menunjukkan waktu akhir suatu peristiwa | سَأَنْتَظِرُكَ حَتَّى تَعُودَ | Aku akan menunggumu sampai kamu kembali | “حتى” berfungsi sebagai zharf waktu, “تَعُودَ” adalah fi‘il mudhāri‘ manshūb karena masuk setelah “حتى” |
| 4. Ẓarf Makān (keterangan tempat) | Kurang umum, menunjukkan tempat akhir sebuah gerakan | سِرْ حَتَّى الْجَبَلِ | Berjalanlah sampai ke gunung | “الْجَبَلِ” menjadi isim majrūr menunjukkan tempat tujuan akhir, “حتى” sebagai zharf makan |
| 5. Isti’nāf (kalimat baru) | Didahului kalimat sempurna, “حتى” membuka ide tambahan (kadang mengejutkan) | قَتَلَ الْعَدُوُّ النَّاسَ. حَتَّى النِّسَاءَ | Musuh membunuh semua orang. Bahkan wanita pun. | “حتى” digunakan untuk kalimat baru (isti’naf), “النِّسَاءَ” sebagai ta‘ajjub, bentuk manshūb untuk penekanan |
📌 Penjelasan Ringkas Per Fungsi حَتَّى:
- Ḥarf Jar:
- Diikuti isim → majrūr.
- Menunjukkan akhir sesuatu secara fisik atau maknawi.
- Contoh klasik: أَكَلْتُ السَّمَكَةَ حَتَّى رَأْسَهَا.
- Ḥarf ‘Athaf:
- Diikuti isim, bisa manshūb walaupun biasanya lawannya marfū‘ atau manshūb.
- Digunakan untuk penambahan mengejutkan atau tingkatan tinggi.
- “حتى” = “dan bahkan…”
- Ẓarf Zamān:
- Diikuti fi’il mudhāri‘.
- Fi’il setelahnya dalam bentuk nashab (karena masuk setelah hurf nashb “حتى”).
- Fungsi: “hingga waktu…”
- Ẓarf Makān:
- Mirip dengan zharf zaman, tapi menunjukkan lokasi akhir.
- Kata setelahnya isim majrūr.
- Isti’naf:
-
- “حتى” diikuti kalimat baru.
- Bukan bagian i‘rab dari kalimat sebelumnya.
- Dipakai dalam balaghah atau penekanan makna mengejutkan.
8. Latihan Mandiri
A. Identifikasi: Huruf atau Bukan?
- في
- لن
- يذهب
- الكتاب
- سوف
- من
- كتب
- على
- لا
- تالله
Jelaskan jenis huruf jika termasuk huruf.
B. Buat 5 kalimat menggunakan huruf-huruf berikut:
في، و، لن، إن، حتى
9. Kesimpulan
Huruf adalah jenis kata dalam Bahasa Arab yang tidak memiliki tanda isim maupun fi’il. Ia berfungsi sebagai penghubung dan pemberi makna tambahan dalam kalimat. Meskipun kecil, huruf memegang peranan vital dalam struktur dan makna kalimat.
Huruf dapat dikenali bukan dari tanda langsung, tapi dari ketidakmampuannya menerima ciri-ciri isim dan fi’il. Inilah yang membedakan huruf dari dua unsur kalam lainnya.