Dalam artikel-artikel sebelumnya, kita telah membahas pengertian i’rab dan membedakan antara kata-kata yang mu‘rab dan mabni. Kita juga telah mengetahui bahwa tidak semua kata dalam bahasa Arab memiliki kemampuan untuk berubah harakat akhirnya. Kini, kita akan melanjutkan ke pembahasan inti dari i’rab, yaitu macam-macam i’rab atau jenis-jenis perubahan harakat yang terjadi di akhir kata.

Memahami macam-macam i’rab akan membantu kita mengetahui fungsi kata dalam kalimat, serta membaca teks Arab, khususnya Al-Qur’an, dengan lebih tepat dan bermakna.

📘 Empat Macam i’rab

Dalam kitab Al-Ajurrumiyyah disebutkan:

وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ: الرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْخَفْضُ، وَالْجَزْمُ، فَلِلْأَسْمَاءِ مِنْ ذَلِكَ: الرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْخَفْضُ، وَلَا جَزْمَ فِيهَا، وَلِلْأَفْعَالِ مِنْ ذَلِكَ: الرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْجَزْمُ، وَلَا خَفْضَ فِيهَا.

Macam-macam i’rab ada empat: rafa‘, nashab, khafdh (jar), dan jazm. Untuk isim (kata benda), hanya mengalami tiga: rafa‘, nashab, dan khafdh (tidak mengalami jazm). Untuk fi‘il (kata kerja), hanya mengalami: rafa‘, nashab, dan jazm (tidak mengalami khafdh).

1. Rafa‘ (الرَّفْعُ)

Rafa‘ terjadi saat kata berfungsi sebagai:

  • Fa‘il (pelaku)

  • Mubtada’ (subjek kalimat nominal)

  • Khabar (predikat kalimat nominal)

  • Fi‘il mudhari yang tidak didahului oleh huruf nasab atau jazm

Tanda Rafa‘:

  • Dhammah (ءُ) pada akhir kata

Contoh umum:

  • جَاءَ زَيْدٌ → Zaid datang. (زَيْدٌ marfu‘ sebagai fa‘il)

  • اللَّهُ غَفُورٌ → Allah Maha Pengampun. (اللَّهُ: mubtada’)

  • الْكِتَابُ نَافِعٌ → Buku itu bermanfaat. (الْكِتَابُ: mubtada’, نَافِعٌ: khabar)

2. Nashab (النَّصْبُ)

Nashab terjadi saat kata berfungsi sebagai:

  • Maf’ul bih (objek)

  • Hal, tamyiz, zharaf (keterangan)

  • Isim inna dan saudaranya

  • Fi‘il mudhari setelah huruf nasab (أَنْ، لَنْ، كَيْ)

Tanda Nashab:

  • Fathah (ـَ) pada akhir kata

Contoh umum:

  • رَأَيْتُ زَيْدًا → Aku melihat Zaid. (زَيْدًا sebagai objek)

  • جَاءَ الرَّجُلُ مُتْعَبًا → Laki-laki itu datang dalam keadaan lelah. (مُتْعَبًا sebagai hal)

  • أُرِيدُ أَنْ أَذْهَبَ → Aku ingin pergi. (أَذْهَبَ fi‘il manshūb karena huruf nasab an)

3. Khafdh (الخَفْضُ) atau Jar (الْجَرُّ)

khafdh hanya terjadi pada isim, bukan pada fi‘il. Biasanya terjadi karena:

  • Didahului huruf jar (مِنْ، فِي، عَلَى، إلخ)

  • Menjadi mudhaf ilayh (bagian dari idhāfah)

Tanda khafdh:

  • Kasrah (ـِ) pada akhir kata

Contoh umum:

  • فِي الْمَسْجِدِ → Di masjid (الْمَسْجِدِ majrūr karena huruf )

  • كِتَابُ الطَّالِبِ → Buku murid (الطَّالِبِ sebagai mudhaf ilayh)

4. Jazm (الْجَزْمُ)

Jazm hanya berlaku untuk fi‘il mudhari dan terjadi karena:

  • Didahului huruf jazm (لَمْ، لَا، لَمَّا، لِـ)

Tanda Jazm:

  • Sukun (ـْ)

  • Membuang huruf

Contoh umum:

  • لَمْ يَذْهَبْ → Dia belum pergi. (يَذْهَبْ majzūm karena lam)

  • لَا تَكْذِبْ → Jangan berdusta! (تَكْذِبْ majzūm karena lā nahiyah)

📖 Contoh dari Al-Qur’an

📌 Rafa‘

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Tidak ada pilihan bagi mereka.” (QS Al-Qashash: 68)

  • Kata: رَبُّكَ

  • I’rab: Rafa‘ sebagai mubtada’

  • Tanda: Dhammah

📌 Nashab

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا

“Daging-daging unta dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah…” (QS Al-Hajj: 37)

  • Kata: ٱللَّهَ

  • I’rab: Nashab sebagai Maf’ul bih

  • Tanda: Fathah

📌 Khafdh

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Fātiḥah: 1)

  • Kata: ٱللَّهِ

  • I’rab: khafdh karena didahului huruf jar بِـ

  • Tanda: Kasrah

📌 Jazm

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

“Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.” (QS Al-Ikhlāṣ: 3)

  • Kata: يَلِدْ dan يُولَدْ

  • I’rab: Jazm karena didahului لَمْ

  • Tanda: Sukun

📌 Ringkasan Materi

Jenis I’rāb

Berlaku untuk

Tanda Umum

Keterangan

Rafa’

Isim dan fi‘il

Dhammah (ـُ)

Subjek, fi‘il mudhari biasa

Nashab

Isim dan fi‘il

Fathah (ـَ)

Objek, setelah huruf nasab

khafdh

Isim saja

Kasrah (ـِ)

Setelah huruf jar atau idhāfah

Jazm

Fi‘il saja

Sukun (ـْ)

Setelah huruf jazm

✍️ Latihan Soal

A. Pilihlah i’rab yang tepat untuk kata yang ditebali:

  1. جَاءَ زَيْدٌ
  2. رَأَيْتُ زَيْدًا
  3. فِي الْمَسْجِدِ
  4. لَمْ يَكْتُبْ
  5. لَنْ يَذْهَبَ

B. Lengkapilah tabel berikut:

Kata

Jenis I’rāb

Sebab

Tanda

زَيْدٌ

زَيْدًا

الْمَسْجِدِ

يَكْتُبْ

يَذْهَبَ

✅ Pembahasan Jawaban

Jawaban Soal A:

  1. Rafa‘ – fa‘il
  2. Nashab – objek
  3. khafdh – setelah huruf jar
  4. Jazm – setelah lam
  5. Nashab – setelah lan

Jawaban Soal B:

Kata

Jenis I’rāb

Sebab

Tanda

زَيْدٌ

Rafa‘

Sebagai fa‘il

Dhammah

زَيْدًا

Nashab

Sebagai Maf’ul bih

Fathah

الْمَسْجِدِ

khafdh

Setelah huruf jar

Kasrah

يَكْتُبْ

Jazm

Setelah huruf jazm “lam”

Sukun

يَذْهَبَ

Nashab

Setelah huruf nasab “lan”

Fathah

🏁 Penutup

Memahami macam-macam i’rab adalah fondasi penting untuk menguasai bahasa Arab. Dengan mengetahui apakah suatu kata berstatus rafa‘, nashab, khafdh, atau jazm, kita bisa menentukan fungsi kata dalam kalimat dan membacanya dengan benar. Ini sangat penting khususnya dalam membaca Al-Qur’an dan memahami isi kandungannya.

Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas secara rinci tanda-tanda i’rab, kapan digunakan, dan contohnya. Semoga Allah memudahkan kita dalam menuntut ilmu.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ