Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelumnya, kita telah mempelajari Dammah sebagai tanda rafa’ yang muncul pada Isim Mufrad dan Jama’ Taksir. Kini, kita akan melanjutkan pembahasan tanda rafa’ dammah pada tempat ketiga, yaitu Jama’ Muannats Salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ).

Mari kita ingat kembali penjelasan Imam Ibnu Ajurrum رحمه الله mengenai tanda-tanda rafa’ dan tempat-tempat dammah menjadi tanda rafa’:

لِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ: اَلضَّمَّةُ، وَالْوَاوُ، وَالْأَلِفُ، وَالنُّونُ.

“Untuk rafa’ ada empat tanda: Dammah, Wawu, Alif, dan Nun.”

فَأَمَّا اَلضَّمَّةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي اَلِاسْمِ اَلْمُفْرَدِ، وَجَمْعِ اَلتَّكْسِيرِ، وَجَمْعِ اَلْمُؤَنَّثِ اَلسَّالِمِ، وَالْفِعْلِ اَلْمُضَارِعِ اَلَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.

“Adapun Dammah, maka ia menjadi tanda rafa’ pada empat tempat: pada Isim Mufrad, Jama’ Taksir, Jama’ Muannats Salim, dan Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir yang tidak bersambung dengan apapun di akhirnya.”

Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah kali ini, kita akan fokus secara mendalam pada Dammah sebagai tanda rafa’ khusus pada Jama’ Muannats Salim.

Jama’ Mu’annats Salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ)

Jama’ Muannats Salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ) adalah isim jama’ yang menunjukkan makna perempuan banyak (lebih dari dua) dan bentuk mufradnya tetap selamat (tidak berubah/pecah) ketika dijama’kan. Kata “سالم” berarti “selamat” atau “utuh”, menunjukkan bahwa bentuk tunggalnya tidak mengalami perubahan struktur huruf, hanya penambahan di akhirnya.

Perubahan dari Mufrad ke Jama’ Mu’annats Salim

Pembentukan jama’ muannats salim sangat teratur dan mudah dikenali. Caranya adalah dengan:

  1. Menghilangkan ta’ marbutah (ة) jika isim mufradnya diakhiri dengan ta’ marbutah (yang umumnya menunjukkan femininitas).
  2. Menambahkan alif (ا) dan ta’ (ت) di akhir kata.

Contoh:

  • مُسْلِمَةٌ (seorang muslimah) + ا + ت = مُسْلِمَاتٌ (para muslimah)

  • طَالِبَةٌ (seorang siswi) + ا + ت = طَالِبَاتٌ (para siswi)

Contoh Jama’ Mu’annats Salim

Berikut adalah beberapa contoh isim mufrad dan bentuk jama’ muannats salim-nya:

  1. مُسْلِمَةٌ (seorang muslimah) → مُسْلِمَاتٌ (para muslimah)
  2. مُعَلِّمَةٌ (seorang guru perempuan) → مُعَلِّمَاتٌ (para guru perempuan)
  3. طَالِبَةٌ (seorang siswi) → طَالِبَاتٌ (para siswi)
  4. مُؤْمِنَةٌ (seorang mukminah) → مُؤْمِنَاتٌ (para mukminah)
  5. صَالِحَةٌ (seorang wanita salehah) → صَالِحَاتٌ (para wanita salehah)
  6. جَمِيلَةٌ (seorang yang cantik) → جَمِيلَاتٌ (mereka yang cantik)
  7. سَيَّارَةٌ (sebuah mobil) → سَيَّارَاتٌ (mobil-mobil)
  8. مَدْرَسَةٌ (sebuah sekolah) → مَدْرَسَاتٌ (sekolah-sekolah)
  9. شَجَرَةٌ (sebuah pohon) → شَجَرَاتٌ (pohon-pohon)
  10. سَمَاءٌ (langit) → سَمَاوَاتٌ (langit-langit) (Catatan: Kata سَمَاءٌ asalnya tidak ber-ta’ marbutah, namun dianggap muannats, dan penambahan alif-ta’ berlaku untuk jama’nya)

Tanda Rafa’ Dammah pada Jama’ Mu’annats Salim

Ketika jama’ muannats salim berada dalam keadaan rafa’ (misalnya sebagai subjek/fa’il, mubtada’, atau khabar), maka tanda *rafa’*nya adalah dammah yang tampak (lafzhi) di akhirnya.

Contoh:

  1. حَضَرَتِ الْمُعَلِّمَاتُ. (Para guru perempuan telah hadir.)
    • Penjelasan I’rab: Kata الْمُعَلِّمَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai fa’il (subjek) dari fi’il حَضَرَتْ. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak di akhirnya.
  2. الطَّالِبَاتُ مُجْتَهِدَاتٌ. (Para siswi itu rajin.)
    • Penjelasan I’rab: Kata الطَّالِبَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
    • Kata مُجْتَهِدَاتٌ juga jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai khabar. Ia marfu’ dengan tanda dammah tanwin yang tampak.
  3. قَامَتِ الْمُسْلِمَاتُ. (Para muslimah telah berdiri.)
    • Penjelasan I’rab: Kata الْمُسْلِمَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai fa’il. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
  4. الْفَتَيَاتُ نَشِيطَاتٌ. (Para gadis itu lincah.)
    • Penjelasan I’rab: Kata الْفَتَيَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
    • Kata نَشِيطَاتٌ juga jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai khabar. Ia marfu’ dengan tanda dammah tanwin yang tampak.
  5. السَّيَّارَاتُ جَدِيدَةٌ. (Mobil-mobil itu baru.)
    • Penjelasan I’rab: Kata السَّيَّارَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
    • Kata جَدِيدَةٌ adalah khabar, marfu’ dengan dammah tanwin.

Contoh dari Al-Qur’an:

فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ

Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). (QS. An-Nisa’: 34)

  • Penjelasan I’rab: Kata الصَّالِحَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.

  • Kata قَانِتَاتٌ dan حَافِظَاتٌ juga jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai khabar. Keduanya marfu’ dengan tanda dammah tanwin yang tampak.

وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ

Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS. Al-Baqarah: 233)

  • Penjelasan I’rab: Kata الْوَالِدَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka715) dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Mumtahanah: 12)

  • Penjelasan I’rab: Kata الْمُؤْمِنَاتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai fa’il dari fi’il جَاءَكَ. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.

Ringkasan

  • Jama’ Muannats Salim adalah isim jama’ yang menunjukkan makna perempuan banyak, dibentuk dengan menambahkan alif (ا) dan ta’ (ت) di akhir isim mufradnya (setelah menghilangkan ta’ marbutah jika ada).

  • Dammah adalah tanda asli rafa’.

  • Dammah menjadi tanda rafa’ pada Jama’ Muannats Salim ketika ia berada dalam keadaan rafa’. Tanda dammah pada jama’ muannats salim selalu tampak (lafzhi).

Soal-soal

  1. Sebutkan empat tempat di mana dammah menjadi tanda rafa’.
  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Jama’ Muannats Salim dan bagaimana cara pembentukannya dari isim mufrad.
  3. Berikan 3 contoh jama’ muannats salim beserta isim mufrad-nya.
  4. Identifikasi dan jelaskan i’rab kata الصّٰلِحٰتُ dalam ayat فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ. (QS. An-Nisa: 34).
  5. Apakah jama’ muannats salim bisa di-rafa’ dengan tanda selain dammah? Jelaskan.

Jawaban

  1. Sebutkan empat tempat di mana dammah menjadi tanda rafa’.
    • Jawaban: Isim Mufrad, Jama’ Taksir, Jama’ Muannats Salim, dan Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir yang tidak bersambung dengan apapun di akhirnya.
  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Jama’ Muannats Salim dan bagaimana cara pembentukannya dari isim mufrad.
    • Jawaban: Jama’ Muannats Salim adalah isim jama’ yang menunjukkan makna perempuan banyak (lebih dari dua) dan bentuk mufradnya tetap selamat ketika dijama’kan. Cara pembentukannya adalah dengan menghilangkan ta’ marbutah (ة) jika ada, lalu menambahkan alif (ا) dan ta’ (ت) di akhir kata.
  3. Berikan 3 contoh jama’ muannats salim beserta isim mufrad-nya.
    • Jawaban:
      • مُسْلِمَةٌ → مُسْلِمَاتٌ
      • طَالِبَةٌ → طَالِبَاتٌ
      • مُعَلِّمَةٌ → مُعَلِّمَاتٌ (Contoh lain juga diterima)
  4. Identifikasi dan jelaskan i’rab kata الصّٰلِحٰتُ dalam ayat فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ. (QS. An-Nisa: 34).
    • Jawaban: Kata الصّٰلِحٰتُ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak di akhirnya.
  5. Apakah jama’ muannats salim bisa di-rafa’ dengan tanda selain dammah? Jelaskan.
    • Jawaban: Tidak. Jama’ Muannats Salim selalu di-rafa’ dengan tanda dammah. Ia tidak menerima tanda rafa’ lainnya seperti wawu, alif, atau nun.

Penutup

Alhamdulillah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah ini kita telah membahas secara mendalam tentang Dammah sebagai tanda rafa’ khusus pada Jama’ Muannats Salim. Kita telah memahami definisinya, cara pembentukannya, dan melihat contoh-contohnya dari bahasa Arab umum dan Al-Qur’an, serta menganalisis i’rabnya.

Insya Allah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya (Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah 14), kita akan melanjutkan pembahasan tanda rafa’ dammah pada tempat keempat, yaitu Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir. Tetaplah bersemangat dalam menuntut ilmu nahwu, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman kepada kita semua.