Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelumnya, kita telah memulai pembahasan tentang tanda-tanda I’rab Rafa’ (الرَّفْعُ), dan kita telah fokus pada Dammah (الضمة) sebagai tanda asli rafa’ yang muncul pada Isim Mufrad. Kini, kita akan melanjutkan pembahasan tanda rafa’ dammah pada tempat kedua, yaitu Jama’ Taksir (جَمْعُ التَّكْسِيرِ).
Mari kita ingat kembali penjelasan Imam Ibnu Ajurrum رحمه الله mengenai tanda-tanda rafa’ dan tempat-tempat dammah menjadi tanda rafa’:
لِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ: اَلضَّمَّةُ، وَالْوَاوُ، وَالْأَلِفُ، وَالنُّونُ.
“Untuk rafa’ ada empat tanda: Dammah, Wawu, Alif, dan Nun.”
فَأَمَّا اَلضَّمَّةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي اَلِاسْمِ اَلْمُفْرَدِ، وَجَمْعِ اَلتَّكْسِيرِ، وَجَمْعِ اَلْمُؤَنَّثِ اَلسَّالِمِ، وَالْفِعْلِ اَلْمُضَارِعِ اَلَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.
“Adapun Dammah, maka ia menjadi tanda rafa’ pada empat tempat: pada Isim Mufrad, Jama’ Taksir, Jama’ Muannats Salim, dan Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir yang tidak bersambung dengan apapun di akhirnya.”
Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah kali ini, kita akan fokus secara mendalam pada Dammah sebagai tanda rafa’ khusus pada Jama’ Taksir.
Jama’ Taksir (جَمْعُ التَّكْسِيرِ)
Jama’ Taksir (جَمْعُ التَّكْسِيرِ) adalah isim jama’ yang menunjukkan makna banyak (lebih dari dua), baik untuk mudzakkar maupun muannats, namun bentuk mufradnya berubah/pecah (tidak selamat) dari bentuk aslinya ketika dijama’kan. Kata “تكسير” sendiri berarti “memecah” atau “merusak”, yang menggambarkan perubahan struktur kata tunggalnya.
Berbeda dengan jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim yang memiliki pola penambahan huruf yang teratur, perubahan pada jama’ taksir tidak mengikuti kaidah tertentu dan seringkali tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, kita perlu menghafal bentuk jama’ taksir dari setiap isim mufrad.
Contoh:
Berikut adalah beberapa contoh isim mufrad dan bentuk jama’ taksir-nya:
- رَجُلٌ (seorang laki-laki) → رِجَالٌ (para laki-laki)
- كِتَابٌ (sebuah buku) → كُتُبٌ (buku-buku)
- طَالِبٌ (seorang siswa) → طُلَّابٌ (para siswa)
- مَدْرَسَةٌ (sebuah sekolah) → مَدَارِسُ (sekolah-sekolah)
- قَلَمٌ (sebuah pena) → أَقْلَامٌ (pena-pena)
- بَيْتٌ (sebuah rumah) → بُيُوتٌ (rumah-rumah)
- جَبَلٌ (sebuah gunung) → جِبَالٌ (gunung-gunung)
- نَجْمٌ (sebuah bintang) → نُجُومٌ (bintang-bintang)
- وَلَدٌ (seorang anak laki-laki) → أَوْلَادٌ (anak-anak laki-laki)
- بَابٌ (sebuah pintu) → أَبْوَابٌ (pintu-pintu)
Perubahan dari Isim Mufrad ke Jama’ Taksir
Seperti yang disebutkan, perubahan bentuk dari isim mufrad ke jama’ taksir sangat beragam. Berikut adalah enam jenis perubahan yang dapat terjadi:
- Perubahan Harakat Saja (تَغْيِيرُ الْحَرَكَاتِ فَقَطْ): Bentuk hurufnya tetap sama, namun harakatnya berubah.
- أَسَدٌ (singa) → أُسُدٌ (singa-singa) [Harokat dari fathah-sukun-fathah menjadi dammah-sukun-dammah]
- نَمِرٌ (harimau) → نُمُرٌ (harimau-harimau) [Harokat dari fathah-kasrah-dammah menjadi dammah-dammah-dammah]
- Pengurangan Huruf (نَقْصُ الْحُرُوفِ): Beberapa huruf dari bentuk mufrad dihilangkan.
- كِتَابٌ (buku) → كُتُبٌ (buku-buku) [Huruf alif (ا) setelah kaf (ك) dihilangkan]
- رَسُولٌ (rasul) → رُسُلٌ (para rasul) [Huruf wawu (و) setelah sin (س) dihilangkan]
- Penambahan Huruf (زِيَادَةُ الْحُرُوفِ): Beberapa huruf ditambahkan pada bentuk mufrad.
- رَجُلٌ (laki-laki) → رِجَالٌ (para laki-laki) [Penambahan alif (ا) setelah jim (ج)]
- جَمَلٌ (unta) → جِمَالٌ (unta-unta) [Penambahan alif (ا) setelah mim (م)]
- Perubahan Harakat dan Pengurangan Huruf (تَغْيِيرُ الْحَرَكَاتِ وَنَقْصُ الْحُرُوفِ): Kombinasi perubahan harakat dan penghilangan huruf.
- غُرْفَةٌ (kamar) → غُرَفٌ (kamar-kamar) [Harakat berubah, ta’ marbutah (ة) dihilangkan]
- شَجَرَةٌ (pohon) → شَجَرٌ (pohon-pohon) [Harakat berubah, ta’ marbutah (ة) dihilangkan]
- Perubahan Harakat dan Penambahan Huruf (تَغْيِيرُ الْحَرَكَاتِ وَزِيَادَةُ الْحُرُوفِ): Kombinasi perubahan harakat dan penambahan huruf.
- صَحِيفَةٌ (lembaran/koran) → صَحَائِفُ (lembaran-lembaran/koran-koran) [Harakat berubah, ditambahkan alif (ا) dan hamzah (ء)]
- عَمُودٌ (tiang) → أَعْمِدَةٌ (tiang-tiang) [Harakat berubah, ditambahkan alif hamzah (أ) dan ta’ marbutah (ة)]
- Perubahan Harakat, Pengurangan, dan Penambahan Huruf (تَغْيِيرُ الْحَرَكَاتِ وَنَقْصُ الْحُرُوفِ وَزِيَادَةُ الْحُرُوفِ): Kombinasi ketiganya.
- فَنَارٌ (lentera) → فَوَانِيسُ (lentera-lentera) [Huruf alif (ا) dihilangkan, ditambahkan wawu (و) dan ya’ (ي), serta perubahan harakat]
- دِيْنٌ (agama/hutang) → أَدْيَانٌ (agama-agama/hutang-hutang) [Ya’ (ي) asli dihilangkan, ditambahkan alif hamzah (أ) dan alif (ا), serta perubahan harakat]
Tanda Rafa’ Dammah pada Jama’ Taksir
Ketika jama’ taksir berada dalam keadaan rafa’ (misalnya sebagai subjek/fa’il, mubtada’, atau khabar), maka tanda rafa’-nya adalah dammah yang tampak (lafzhi) atau kadang dammah muqaddarah (taqdiri) jika ada penghalang seperti ya’ mutakallim atau alif maqsurah.
Contoh:
- حَضَرَ الطُّلَّابُ. (Para siswa telah hadir.)
- Penjelasan I’rab: Kata الطُّلَّابُ adalah jama’ taksir dari طَالِبٌ, berkedudukan sebagai fa’il (subjek). Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak di akhirnya.
- الْكُتُبُ مُفِيدَةٌ. (Buku-buku itu bermanfaat.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْكُتُبُ adalah jama’ taksir dari كِتَابٌ, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak. Kata مُفِيدَةٌ adalah khabar, marfu’ dengan dammah tanwin.
- قَامَ الرِّجَالُ. (Para laki-laki itu telah berdiri.)
- Penjelasan I’rab: Kata الرِّجَالُ adalah jama’ taksir dari رَجُلٌ, berkedudukan sebagai fa’il. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
- جَاءَتِ النُّجُومُ. (Bintang-bintang itu telah datang.)
- Penjelasan I’rab: Kata النُّجُومُ adalah jama’ taksir dari نَجْمٌ, berkedudukan sebagai fa’il. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
- الأَقْلَامُ جَدِيدَةٌ. (Pena-pena itu baru.)
- Penjelasan I’rab: Kata الأَقْلَامُ adalah jama’ taksir dari قَلَمٌ, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak.
- Kata جَدِيدَةٌ adalah khabar, marfu’ dengan dammah tanwin.
Contoh dari Al-Qur’an:
لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ
Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri. (QS. At-Taubah: 108)
- Penjelasan I’rab: Kata رِجَالٌ adalah jama’ taksir dari رَجُلٌ, berkedudukan sebagai mubtada’ mu’akhkhar (subjek yang diakhirkan karena khabarnya berupa jar majrur). Ia marfu’ dengan tanda dammah tanwin yang tampak di akhirnya.
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ
Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. (QS. An-Nisa’: 34)
- Penjelasan I’rab: Kata اَلرِّجَالُ adalah jama’ taksir dari رَجُلٌ, berkedudukan sebagai mubtada’. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak di akhirnya.
فَاخْتَلَفَ الْاَحْزَابُ مِنْۢ بَيْنِهِمْۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Golongan-golongan di antara mereka (Yahudi dan Nasrani) berselisih. Celakalah orang-orang yang kufur pada waktu menyaksikan hari yang sangat agung! (QS. Maryam: 37)
- Penjelasan I’rab: Kata الْأَحْزَابُ adalah jama’ taksir dari حِزْبٌ, berkedudukan sebagai fa’il dari fi’il اخْتَلَفَ. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak di akhirnya.
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)
- Penjelasan I’rab: Kata عِبَادِي adalah jama’ taksir dari عَبْدٌ, berkedudukan sebagai fa’il dari fi’il سَأَلَ. Ia marfu’ dengan tanda dammah muqaddarah (diperkirakan) karena munasabah (tersibukkannya huruf dal dengan harakat kasrah yang sesuai dengan ya’ mutakallim). Ini adalah contoh jama’ taksir yang marfu’ dengan dammah taqdiri.
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ
Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. (QS. Al-Baqarah: 25)
- Penjelasan I’rab: Kata الْأَنْهَارُ adalah jama’ taksir dari نَهْرٌ, berkedudukan sebagai fa’il dari fi’il تَجْرِي. Ia marfu’ dengan tanda dammah yang tampak di akhirnya.
Ringkasan
-
Jama’ Taksir adalah isim jama’ yang bentuk mufradnya berubah/pecah ketika dijama’kan. Perubahannya tidak teratur.
-
Dammah adalah tanda asli rafa’.
-
Dammah menjadi tanda rafa’ pada Jama’ Taksir ketika ia berada dalam keadaan rafa’.
-
Tanda dammah pada jama’ taksir bisa tampak (lafzhi) atau diperkirakan (taqdiri) jika ada penghalang.
Soal-soal
- Sebutkan empat tanda rafa’ yang disebutkan dalam matan Al-Ajurrumiyyah.
- Sebutkan empat tempat di mana dammah menjadi tanda rafa’.
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan Jama’ Taksir.
- Berikan 3 contoh jama’ taksir beserta isim mufrad-nya.
- Sebutkan dan berikan contoh salah satu jenis perubahan dari isim mufrad ke jama’ taksir.
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata رِجَالٌ dalam ayat فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ. (QS. At-Taubah: 108).
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata عِبَادِيْ dalam ayat وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ. (QS. Al-Baqarah: 186).
Jawaban
- Sebutkan empat tanda rafa’ yang disebutkan dalam matan Al-Ajurrumiyyah.
- Jawaban: Dammah (الضمة), Wawu (الواو), Alif (الألف), dan Nun (النون).
- Sebutkan empat tempat di mana dammah menjadi tanda rafa’.
- Jawaban: Isim Mufrad (اَلِاسْمُ اَلْمُفْرَدُ), Jama’ Taksir (جَمْعُ اَلتَّكْسِيرِ), Jama’ Muannats Salim (جَمْعُ اَلْمُؤَنَّثِ اَلسَّالِمِ), dan Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir yang tidak bersambung dengan apapun di akhirnya (اَلْفِعْلِ اَلْمُضَارِعِ اَلَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ).
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan Jama’ Taksir.
- Jawaban: Jama’ Taksir adalah isim jama’ yang menunjukkan makna banyak (lebih dari dua), namun bentuk mufradnya berubah/pecah dari bentuk aslinya ketika dijama’kan. Perubahannya tidak mengikuti kaidah tertentu.
- Berikan 3 contoh jama’ taksir beserta isim mufrad-nya.
- Jawaban:
- رَجُلٌ → رِجَالٌ
- كِتَابٌ → كُتُبٌ
- طَالِبٌ → طُلَّابٌ
- Jawaban:
- Sebutkan dan berikan contoh salah satu jenis perubahan dari isim mufrad ke jama’ taksir.
- Jawaban:
- Perubahan Harakat Saja: أَسَدٌ → أُسُدٌ
- Pengurangan Huruf: كِتَابٌ → كُتُبٌ
- Penambahan Huruf: رَجُلٌ → رِجَالٌ
- Perubahan Harakat dan Pengurangan Huruf: غُرْفَةٌ → غُرَفٌ
- Perubahan Harakat dan Penambahan Huruf: صَحِيفَةٌ → صَحَائِفُ
- Perubahan Harakat, Pengurangan, dan Penambahan Huruf: فَنَارٌ → فَوَانِيسُ (Pilih salah satu dari contoh di atas)
- Jawaban:
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata رِجَالٌ dalam ayat فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ. (QS. At-Taubah: 108).
- Jawaban: Kata رِجَالٌ adalah jama’ taksir, berkedudukan sebagai mubtada’ mu’akhkhar (subjek yang diakhirkan). Ia marfu’ dengan tanda dammah tanwin yang tampak di akhirnya.
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata عِبَادِي dalam ayat وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ. (QS. Al-Baqarah: 186).
- Jawaban: Kata عِبَادِي adalah jama’ taksir, berkedudukan sebagai fa’il dari fi’il سَأَلَ. Ia marfu’ dengan tanda dammah muqaddarah (diperkirakan) karena munasabah (tersibukkannya huruf akhir dengan harakat kasrah yang sesuai dengan ya’ mutakallim).
Penutup
Alhamdulillah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah ini kita telah membahas secara mendalam tentang Dammah sebagai tanda rafa’ khusus pada Jama’ Taksir. Kita telah memahami definisinya, berbagai jenis perubahannya dari isim mufrad, melihat contoh-contohnya dari bahasa Arab umum dan Al-Qur’an, serta menganalisis i’rabnya.
Insya Allah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya (Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah 13), kita akan melanjutkan pembahasan tanda rafa’ dammah pada tempat ketiga, yaitu Jama’ Muannats Salim. Tetaplah bersemangat dalam menuntut ilmu nahwu, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman kepada kita semua.