Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelumnya, kita telah membahas Fathah (الْفَتْحَةُ) sebagai tanda asli nashab yang muncul pada Isim Mufrad, Jama’ Taksir, dan Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir. Kita juga telah mempelajari Alif (الْأَلِفُ) sebagai tanda pengganti nashab pada Al-Asma’ Al-Khamsah.
Kini, kita akan melanjutkan pembahasan tanda-tanda nashab dengan fokus pada tanda pengganti yang ketiga, yaitu Kasrah (الْكَسْرَةُ). Kasrah ini adalah tanda nashab yang sangat istimewa karena ia muncul pada jenis kata yang secara umum di-khafadh dengan kasrah.
Mari kita ingat kembali penjelasan Imam Ibnu Ajurrum رحمه الله mengenai tanda-tanda nashab:
وَلِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ: الْفَتْحَةُ، وَالْأَلِفُ، وَالْكَسْرَةُ، وَالْيَاءُ، وَحَذْفُ النُّونِ.
“Untuk nashab ada lima tanda: Fathah, Alif, Kasrah, Ya’, dan Membuang Nun.”
Dan matan beliau menjelaskan tempat Kasrah menjadi tanda nashab:
وَأَمَّا الْكَسْرَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ.
“Adapun Kasrah, maka ia menjadi tanda nashab pada Jama’ Muannats Salim.”
Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah kali ini, kita akan fokus secara mendalam pada Kasrah sebagai tanda nashab khusus pada Jama’ Muannats Salim.
Kasrah sebagai Tanda Nashab pada Jama’ Muannats Salim
Jama’ Muannats Salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ) adalah isim jamak yang menunjukkan makna perempuan banyak (lebih dari dua) dan bentuk mufradnya tetap selamat (tidak berubah/pecah) ketika dijamakkan. Ia dibentuk dengan menghilangkan ta’ marbutah (ة) jika ada, lalu menambahkan alif (ا) dan ta’ (ت) di akhir kata. Contoh: مُسْلِمَةٌ (seorang muslimah) menjadi مُسْلِمَاتٌ (para muslimah).
Mengapa Kasrah Menjadi Tanda Nashab pada Jama’ Muannats Salim?
Ini adalah kekhususan jama’ muannats salim. Berbeda dengan isim-isim lain yang di-nashab dengan fathah, jama’ muannats salim tidak pernah menerima fathah sebagai tanda nashab. Sebagai gantinya, ia di-nashab dengan kasrah. Inilah mengapa Kasrah, yang umumnya merupakan tanda khafadh, menjadi tanda nashab pada jama’ muannats salim.
Contoh-contoh:
- رَأَيْتُ الْمُعَلِّمَاتِ. (Aku melihat para guru perempuan itu.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْمُعَلِّمَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih (objek). Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
- خَلَقَ اللّٰهُ السَّمَاوَاتِ. (Allah menciptakan langit-langit.)
- Penjelasan I’rab: Kata السَّمَاوَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il خَلَقَ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
- زُرْتُ الطَّالِبَاتِ الْمُجْتَهِدَاتِ. (Aku mengunjungi para siswi yang rajin itu.)
- Penjelasan I’rab: Kata الطَّالِبَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak. Kata الْمُجْتَهِدَاتِ juga jama’ muannats salim yang berkedudukan sebagai na’at (sifat) dari الطَّالِبَاتِ, sehingga ia juga manshub dengan tanda kasrah.
- إِنَّ الْمُسْلِمَاتِ لَنَاجِحَاتٌ. (Sesungguhnya para muslimah itu sungguh berhasil.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْمُسْلِمَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai isim إِنَّ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
- أَصْبَحَتِ الْفَتَيَاتُ مُتَفَوِّقَاتٍ. (Para gadis itu telah menjadi unggul.)
- Penjelasan I’rab: Kata مُتَفَوِّقَاتٍ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai khabar أَصْبَحَتْ. Ia manshub dengan tanda kasrah tanwin yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
Contoh dari Al-Qur’an:
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ
Dirikanlah salat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). (QS. Hud: 114)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْحَسَنَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai isim إِنَّ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
-
Kata السَّيِّئَاتِ juga jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il يُذْهِبْنَ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. (QS. Al-Baqarah: 255)
-
Penjelasan I’rab: Kata السَّمٰوٰتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il وَسِعَ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ الْغٰفِلٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ لُعِنُوْا فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh perempuan baik-baik, polos, dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat dan mereka akan mendapat azab yang besar. (QS. An-Nur: 23)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُحْصَنَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il يَرْمُونَ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
-
Kata الْغَافِلَاتِ dan الْمُؤْمِنَاتِ adalah jama’ muannats salim yang berkedudukan sebagai na’at (sifat) dari الْمُحْصَنَاتِ. Keduanya mengikuti i’rab الْمُحْصَنَاتِ, sehingga juga manshub dengan tanda kasrah yang tampak.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّوْنَهَاۚ فَمَتِّعُوْهُنَّ وَسَرِّحُوْهُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلًا
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukminat, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Maka, berilah mereka mutah (pemberian) dan lepaskanlah mereka dengan cara yang sebaik-baiknya. (QS. Al-Ahzab: 49)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُؤْمِنَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il نَكَحْتُمُ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
Ringkasan
-
Kasrah (الْكَسْرَةُ) adalah tanda pengganti untuk keadaan nashab.
-
Kasrah menjadi tanda nashab khusus pada Jama’ Muannats Salim.
-
Jama’ Muannats Salim adalah isim jamak yang menunjukkan makna perempuan banyak, dibentuk dengan menambahkan alif (ا) dan ta’ (ت) di akhir isim mufradnya (setelah menghilangkan ta’ marbutah jika ada).
-
Jama’ Muannats Salim tidak pernah menerima fathah sebagai tanda nashab; ia di-nashab dengan kasrah.
Soal-soal
- Sebutkan lima tanda nashab yang disebutkan dalam matan Al-Ajurrumiyyah.
- Kapan Kasrah menjadi tanda nashab?
- Jelaskan secara ringkas apa itu Jama’ Muannats Salim dan bagaimana cara pembentukannya.
- Berikan 3 contoh jama’ muannats salim yang manshub dengan kasrah, beserta terjemahan dan penjelasan i’rabnya.
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata الْمُحْصَنَاتِ dalam ayat إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ. (QS. An-Nur: 23).
Jawaban
- Sebutkan lima tanda nashab yang disebutkan dalam matan Al-Ajurrumiyyah.
- Jawaban: Fathah (الْفَتْحَةُ), Alif (الْأَلِفُ), Kasrah (الْكَسْرَةُ), Ya’ (الْيَاءُ), dan Membuang Nun (حَذْفُ النُّونِ).
- Kapan Kasrah menjadi tanda nashab?
- Jawaban: Kasrah menjadi tanda nashab khusus pada Jama’ Muannats Salim.
- Jelaskan secara ringkas apa itu Jama’ Muannats Salim dan bagaimana cara pembentukannya.
- Jawaban: Jama’ Muannats Salim adalah isim jamak yang menunjukkan makna perempuan banyak (lebih dari dua) dan bentuk mufradnya tetap selamat. Cara pembentukannya adalah dengan menghilangkan ta’ marbutah jika ada, lalu menambahkan alif (ا) dan ta’ (ت) di akhir kata.
- Berikan 3 contoh jama’ muannats salim yang manshub dengan kasrah, beserta terjemahan dan penjelasan i’rabnya.
- Jawaban:
- رَأَيْتُ الْمُسْلِمَاتِ. (Aku melihat para muslimah itu.)
- Penjelasan I’rab: الْمُسْلِمَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda kasrah sebagai pengganti fathah.
- إِنَّ الطَّالِبَاتِ مُجْتَهِدَاتٌ. (Sesungguhnya para siswi itu rajin.)
- Penjelasan I’rab: الطَّالِبَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai isim إِنَّ. Ia manshub dengan tanda kasrah sebagai pengganti fathah.
- وَجَدْتُ السَّيَّارَاتِ فِي الْمَرْأَبِ. (Aku menemukan mobil-mobil itu di garasi.)
- Penjelasan I’rab: السَّيَّارَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda kasrah sebagai pengganti fathah. (Contoh lain juga diterima)
- رَأَيْتُ الْمُسْلِمَاتِ. (Aku melihat para muslimah itu.)
- Jawaban:
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata الْمُحْصَنَاتِ dalam ayat إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ. (QS. An-Nur: 23).
- Jawaban: Kata الْمُحْصَنَاتِ adalah jama’ muannats salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il يَرْمُونَ. Ia manshub dengan tanda kasrah yang tampak di akhirnya, sebagai pengganti fathah.
Penutup
Alhamdulillah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah ini kita telah membahas secara mendalam tentang Kasrah sebagai tanda nashab khusus pada Jama’ Muannats Salim. Kita telah memahami mengapa kasrah, bukan fathah, menjadi tanda nashab untuk jenis kata ini, serta melihat contoh-contohnya dari bahasa Arab umum dan Al-Qur’an, lengkap dengan analisis i’rabnya.
Insya Allah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya, kita akan melanjutkan pembahasan tanda nashab pengganti lainnya, yaitu Ya’. Tetaplah bersemangat dalam menuntut ilmu nahwu, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman kepada kita semua.