Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelumnya, kita telah membahas Fathah (الْفَتْحَةُ) sebagai tanda asli nashab yang muncul pada Isim Mufrad, Jama’ Taksir, dan Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir. Kita juga telah mempelajari Alif (الْأَلِفُ) sebagai tanda pengganti nashab pada Al-Asma’ Al-Khamsah, dan Kasrah (الْكَسْرَةُ) sebagai tanda pengganti nashab pada Jama’ Muannats Salim.
Kini, kita akan melanjutkan pembahasan tanda-tanda nashab dengan fokus pada tanda pengganti yang keempat, yaitu Ya’ (الْيَاءُ).
Mari kita ingat kembali penjelasan Imam Ibnu Ajurrum رحمه الله mengenai tanda-tanda nashab:
وَلِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ: الْفَتْحَةُ، وَالْأَلِفُ، وَالْكَسْرَةُ، وَالْيَاءُ، وَحَذْفُ النُّونِ.
“Untuk nashab ada lima tanda: Fathah, Alif, Kasrah, Ya’, dan Membuang Nun.”
Dan matan beliau menjelaskan tempat Ya’ menjadi tanda nashab:
وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي التَّثْنِيَةِ وَالْجَمْعِ.
“Adapun Ya’, maka ia menjadi tanda nashab pada Isim Mutsanna (tatsniyah) dan Jama’ Mudzakkar Salim (jamak).”
Pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah kali ini, kita akan fokus secara mendalam pada Ya’ sebagai tanda nashab khusus pada Jama’ Mudzakkar Salim. Pembahasan Ya’ pada Isim Mutsanna telah dijelaskan pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelum ini.
Tanda Nashab Ya’ pada Jama’ Mudzakkar Salim
Jama’ Mudzakkar Salim (جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ) adalah isim jamak yang menunjukkan makna laki-laki banyak (lebih dari dua) dan bentuk mufrad-nya (tunggal) tetap selamat (tidak berubah/pecah) ketika dijamakkan. Pembentukannya sangat teratur dari isim mufrad.
Ketika isim mufrad diubah menjadi jama’ mudzakkar salim, ada dua bentuk yang dihasilkan:
-
Saat rafa’: Ditambahkan wawu (و) dan nun (ن) berharakat fathah (ـُونَ). Contoh: مُسْلِمٌ → مُسْلِمُوْنَ.
-
Saat nashab atau khafadh: Ditambahkan ya’ (ي) dan nun (ن) berharakat fathah (ـِينَ). Contoh: مُسْلِمٌ → مُسْلِمِيْنَ.
Penting untuk diingat bahwa nun (ن) pada jama’ mudzakkar salim selalu berharakat fathah (ـَ), dan nun ini akan dibuang jika jama’ mudzakkar salim tersebut berkedudukan sebagai mudhaf (kata yang disandarkan).
Ketika jama’ mudzakkar salim berada dalam keadaan nashab (misalnya sebagai maf’ul bih, khabar dari kana dan saudara-saudaranya, atau isim dari inna dan saudara-saudaranya), maka tanda nashab-nya adalah ya’ (ي) yang tampak di akhirnya, menggantikan fathah.
Contoh-contoh:
- رَأَيْتُ الْمُعَلِّمِيْنَ. (Aku melihat para guru laki-laki itu.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْمُعَلِّمِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih (objek). Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah. Nun-nya berharakat fathah.
- أُحِبُّ الْمُسْلِمِيْنَ. (Aku menyayangi orang-orang muslim itu.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْمُسْلِمِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
- إِنَّ الْمُهَنْدِسِيْنَ مَاهِرُونَ. (Sesungguhnya para insinyur itu mahir.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْمُهَنْدِسِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai isim إِنَّ. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
- زُرْتُ الْكَاتِبِيْنَ فِي مَكْتَبِهِمْ. (Aku mengunjungi para penulis di kantor mereka.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْكَاتِبِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
- لَقِيتُ الْقَادِمِيْنَ مِنْ السَّفَرِ. (Aku bertemu orang-orang yang datang dari perjalanan.)
- Penjelasan I’rab: Kata الْقَادِمِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
Contoh dari Al-Qur’an:
اَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَۗ
Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam (orang yang tunduk kepada Allah) seperti orang-orang yang pendurhaka (orang kafir)? (QS. Al-Qalam: 35)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُسْلِمِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il نَجْعَلُ. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
Kecuali, orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, berpegang teguh pada (agama) Allah, dan dengan ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin. Kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang mukmin. (QS. An-Nisa’: 146)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُؤْمِنِيْنَ yang pertama majrur karena didahului مَعَ (zharaf).
-
Kata الْمُؤْمِنِيْنَ yang kedua adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il يُؤْتِي. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
وَلِيُمَحِّصَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَمْحَقَ الْكٰفِرِيْنَ
(Pergiliran tersebut juga) agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir. (QS. Ali Imran: 141)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْكَافِرِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il يَمْحَقَ. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
لِّيُعَذِّبَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَالْمُشْرِكٰتِ وَيَتُوْبَ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Dengan demikian, Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 73)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُنَافِقِيْنَ dan الْمُشْرِكِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il لِيُعَذِّبَ. Keduanya manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ
(Ikutilah) agama nenek moyangmu, yaitu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (kitab) ini (Al-Qur’an) agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. (QS. Al-Hajj: 78)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُسْلِمِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih kedua dari fi’il سَمَّاكُمُ. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang baik di surga ‘Adn. Rida Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (QS. At-Taubah: 72)
-
Penjelasan I’rab: Kata الْمُؤْمِنِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il وَعَدَ. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
Ringkasan
-
Ya’ (الْيَاءُ) adalah tanda pengganti untuk keadaan nashab.
-
Ya’ menjadi tanda nashab pada Jama’ Mudzakkar Salim.
-
Jama’ Mudzakkar Salim adalah isim jamak yang menunjukkan makna laki-laki banyak, dibentuk dengan menambahkan ya’ (ي) dan nun (ن) berharakat fathah (ـِيْنَ) di akhir isim mufrad-nya saat nashab atau khafadh.
-
Tanda ya’ pada jama’ mudzakkar salim selalu tampak (lafzhi).
Soal-soal
- Sebutkan lima tanda nashab yang disebutkan dalam matan Al-Ajurrumiyyah.
- Kapan Ya’ menjadi tanda nashab? (Sebutkan kedua tempatnya).
- Jelaskan secara ringkas apa itu Jama’ Mudzakkar Salim dan bagaimana cara pembentukannya dari isim mufrad dalam keadaan nashab.
- Berikan 3 contoh jama’ mudzakkar salim yang manshub dengan ya’ (dari bahasa umum) beserta terjemahan dan penjelasan i’rabnya.
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata الْمُسْلِمِيْنَ dalam ayat أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَ. (QS. Al-Qalam: 35).
- Apakah jama’ mudzakkar salim bisa di-nashab dengan tanda selain ya’? Jelaskan.
Jawaban
- Sebutkan lima tanda nashab yang disebutkan dalam matan Al-Ajurrumiyyah.
- Jawaban: Fathah (الْفَتْحَةُ), Alif (الْأَلِفُ), Kasrah (الْكَسْرَةُ), Ya’ (الْيَاءُ), dan Membuang Nun (حَذْفُ النُّونِ).
- Kapan Ya’ menjadi tanda nashab? (Sebutkan kedua tempatnya).
- Jawaban: Ya’ menjadi tanda nashab pada Isim Mutsanna dan Jama’ Mudzakkar Salim.
- Jelaskan secara ringkas apa itu Jama’ Mudzakkar Salim dan bagaimana cara pembentukannya dari isim mufrad dalam keadaan nashab.
- Jawaban: Jama’ Mudzakkar Salim adalah isim jamak yang menunjukkan makna laki-laki banyak (lebih dari dua) dan bentuk mufradnya tetap selamat. Cara pembentukannya dari isim mufrad dalam keadaan nashab adalah dengan menambahkan ya’ (ي) dan nun (ن) berharakat fathah (ـِيْنَ) di akhir isim mufradnya.
- Berikan 3 contoh jama’ mudzakkar salim yang manshub dengan ya’ (dari bahasa umum) beserta terjemahan dan penjelasan i’rabnya.
- Jawaban:
- رَأَيْتُ الْمُؤْمِنِيْنَ. (Aku melihat para mukmin.)
- Penjelasan I’rab: الْمُؤْمِنِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda ya’.
- إِنَّ الْعَامِلِيْنَ نَشِيطُوْنَ. (Sesungguhnya para pekerja itu giat.)
- Penjelasan I’rab: الْعَامِلِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai isim إِنَّ. Ia manshub dengan tanda ya’.
- نَصَرَ اللّٰهُ الصَّابِرِيْنَ. (Allah menolong orang-orang yang sabar.)
- Penjelasan I’rab: الصَّابِرِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih. Ia manshub dengan tanda ya’. (Contoh lain juga diterima)
- رَأَيْتُ الْمُؤْمِنِيْنَ. (Aku melihat para mukmin.)
- Jawaban:
- Identifikasi dan jelaskan i’rab kata الْمُسْلِمِيْنَ dalam ayat أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَ. (QS. Al-Qalam: 35).
- Jawaban: Kata الْمُسْلِمِيْنَ adalah jama’ mudzakkar salim, berkedudukan sebagai maf’ul bih dari fi’il نَجْعَلُ. Ia manshub dengan tanda ya’ (ي) sebagai pengganti fathah.
- Apakah jama’ mudzakkar salim bisa di-nashab dengan tanda selain ya’? Jelaskan.
- Jawaban: Tidak. Jama’ Mudzakkar Salim selalu di-nashab dengan tanda ya’. Ia tidak menerima tanda nashab lainnya seperti fathah, alif, kasrah, atau membuang nun.
Penutup
Alhamdulillah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah ini kita telah membahas secara mendalam tentang Ya’ sebagai tanda nashab khusus pada Jama’ Mudzakkar Salim. Kita telah memahami definisinya, cara pembentukannya, dan melihat contoh-contohnya dari bahasa Arab umum dan Al-Qur’an, lengkap dengan analisis i’rabnya.
Insya Allah, pada Serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya, kita akan melanjutkan pembahasan tanda nashab terakhir, yaitu Membuang Nun. Tetaplah bersemangat dalam menuntut ilmu nahwu, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman kepada kita semua.