Selamat datang kembali di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah! Kita telah memulai pembahasan tentang tanda-tanda Khafadh/Jar. Pada artikel sebelumnya (029), kita telah membahas Kasrah sebagai tanda Khafadh/Jar pada Isim Mufrad Munsharif. Kini, kita akan melanjutkan pembahasan Kasrah sebagai tanda Khafadh/Jar pada jenis kata yang kedua, yaitu Isim Jama’ Taksir Munsharif.

Matan Al-Ajurumiyyah menyebutkan:

فَأَمَّا الْكَسْرَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ الْمُنْصَرِفِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ الْمُنْصَرِفِ، وَفِي جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ.

Adapun Kasrah, maka ia menjadi tanda Khafadh pada tiga tempat: pada Isim Mufrad Munsharif, dan Jama’ Taksir Munsharif, serta pada Jamak Muannats Salim.

Sama halnya dengan Isim Mufrad Munsharif, Jama’ Taksir Munsharif juga akan menunjukkan I’rab Khafadh/Jarnya dengan Kasrah. Mari kita selami lebih lanjut.

Untuk menyegarkan ingatan, tiga tanda Khafadh/Jar adalah:

  1. Kasrah (ـِ atau ـٍ): Tanda asli.
  2. Ya’ (ي): Tanda pengganti.
  3. Fathah (ـَ): Tanda pengganti.

Kasrah menjadi tanda Khafadh/Jar pada tiga jenis kata:

  1. Isim Mufrad Munsharif
  2. Jama’ Taksir Munsharif
  3. Jama’ Muannats Salim

Isim Jama’ Taksir Munsharif

Isim Jama’ Taksir Munsharif (اِسْمٌ جَمْعُ تَكْسِيرٍ مُنْصَرِفٌ) adalah isim yang menunjukkan makna lebih dari dua (tiga atau lebih), dan bentuk mufradnya (tunggalnya) berubah atau pecah polanya ketika dijamakkan. Kata “Munsharif” (مُنْصَرِفٌ) di sini berarti bahwa jamak taksir tersebut menerima tanwin dan kasrah.

Sebagian besar jamak taksir adalah munsharif. Contohnya: كُتُبٌ (buku-buku) dari كِتَابٌ, رِجَالٌ (para lelaki) dari رَجُلٌ.

Lawan dari Jamak Taksir Munsharif adalah Jamak Taksir Ghayru Munsharif, yaitu jamak taksir yang tidak menerima tanwin dan kasrah (akan kita bahas di artikel Khafadh dengan Fathah). Contohnya: مَسَاجِدُ (masjid-masjid), فَوَاطِمُ (Fatimah-Fatimah).

Tanda Khafadh Kasrah pada Isim Jamak Taksir Munsharif

Ketika Isim Jamak Taksir Munsharif berada dalam posisi yang mengharuskan Khafadh/Jar (yaitu didahului oleh huruf Jar atau sebagai Mudhaf Ilaih), maka tanda Khafadh/Jarnya adalah Kasrah, baik kasrah tunggal maupun kasrah tanwin, yang jelas terlihat di akhir kata.

Contoh-Contoh

  1. نَظَرْتُ إِلَى الْكُتُبِ الْقَدِيمَةِ. (Aku melihat ke buku-buku yang lama.)
    • الْكُتُبِ: Jamak Taksir Munsharif dari كِتَابٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar إِلَى. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah yang jelas terlihat di akhir kata.
  2. مَرَرْتُ بِرِجَالٍ كِرَامٍ. (Aku melewati para laki-laki yang mulia.)
    • رِجَالٍ: Jamak Taksir Munsharif dari رَجُلٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar بِـ. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah tanwin yang jelas terlihat di akhir kata.
  3. هَذَا بَيْتُ الْأَوْلَادِ. (Ini adalah rumah anak-anak laki-laki itu.)
    • الْأَوْلَادِ: Jamak Taksir Munsharif dari وَلَدٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar sebagai Mudhaf Ilaih dari بَيْتُ. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah yang jelas terlihat di akhir kata.
  4. تَعَلَّمْتُ مِنْ كُتُبٍ قَيِّمَةٍ. (Aku belajar dari buku-buku yang berharga.)
    • كُتُبٍ: Jamak Taksir Munsharif dari كِتَابٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar مِنْ. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah tanwin yang jelas terlihat.
  5. سَلَّمْتُ عَلَى الْأَخْيَارِ مِنَ النَّاسِ. (Aku mengucapkan salam kepada orang-orang baik dari manusia.)
    • الْأَخْيَارِ: Jamak Taksir Munsharif dari خَيِّرٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَلَى. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah yang jelas terlihat.

Contoh dari Ayat Al-Qur’an

Mari kita identifikasi Isim Jamak Taksir Munsharif yang berkedudukan Khafadh/Jar dengan tanda Kasrah dalam beberapa ayat Al-Qur’an:

1. QS. An-Nisa’ (4): 7

لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَۖ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدٰنِ وَالْاَقْرَبُوْنَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ اَوْ كَثُرَ ۗ نَصِيْبًا مَّفْرُوْضًا

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang telah ditetapkan.

  • الرِّجَالِ: Jamak Taksir Munsharif dari رَجُلٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar لِـ. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah yang jelas terlihat.

2. QS. Muhammad (47): 24

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?

  • قُلُوبٍ: Jamak Taksir Munsharif dari قَلْبٌ (hati). Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَلَىٰ. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah tanwin yang jelas terlihat.

3. QS. Al-Jinn (72): 6

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ

Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

  • رِجَالٍ: Jamak Taksir Munsharif dari رَجُلٌ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar بِـ. Tanda Khafadhnya adalah Kasrah tanwin yang jelas terlihat.

Ringkasan

  • Kasrah (ـِ atau ـٍ) adalah tanda Khafadh/Jar yang asli.

  • Ia menjadi tanda Khafadh/Jar pada Isim Jamak Taksir Munsharif, selain pada Isim Mufrad Munsharif dan Jamak Muannats Salim.

  • Isim Jamak Taksir Munsharif adalah isim jamak yang bentuk mufradnya berubah saat dijamakkan, dan ia menerima tanwin serta kasrah.

  • Ketika Isim Jamak Taksir Munsharif berkedudukan Khafadh/Jar, tanda Khafadhnya adalah Kasrah (baik tunggal maupun tanwin) yang jelas terlihat di akhir kata.

Soal-Soal

Tentukan macam I’rab dan tanda Khafadh/Jar dari kata yang ditebalkan berikut ini. Jelaskan mengapa.

  1. جَلَسْتُ مَعَ الطُّلَّابِ فِي الْفَصْلِ.
    • Kata: الطُّلَّابِ – “Para siswa”
  2. نَظَرْتُ إِلَى الْجِبَالِ الْعَالِيَةِ.
    • Kata: الْجِبَالِ – “Gunung-gunung itu”
  3. تَعَلَّمْتُ مِنْ مَدَارِسَ كَثِيرَةٍ.
    • Kata: مَدَارِسَ – “Sekolah-sekolah”
  4. هَذَا بَيْتُ الرِّجَالِ الصَّالِحِينَ.
    • Kata: الرِّجَالِ – “Para laki-laki”

Jawaban

  1. جَلَسْتُ مَعَ الطُّلَّابِ فِي الْفَصْلِ.
    • Kata: الطُّلَّابِ – “Para siswa”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Kasrah.
    • Mengapa: Karena ia adalah Jamak Taksir Munsharif yang didahului oleh zharf مَعَ (yang berfungsi sebagai amil jar di sini).
  2. نَظَرْتُ إِلَى الْجِبَالِ الْعَالِيَةِ.
    • Kata: الْجِبَالِ – “Gunung-gunung itu”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Kasrah.
    • Mengapa: Karena ia adalah Jamak Taksir Munsharif yang didahului oleh huruf Jar إِلَى.
  3. تَعَلَّمْتُ مِنْ مَدَارِسَ كَثِيرَةٍ.
    • Kata: مَدَارِسَ – “Sekolah-sekolah”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Fathah.
    • Mengapa: Ini adalah Jamak Taksir yang termasuk Isim Ghayru Munsharif (berwazan مَفَاعِلُ) dan didahului oleh huruf Jar مِنْ. Khafadhnya dengan Fathah, bukan Kasrah. (Jadi, ini bukan contoh Khafadh Kasrah pada Jamak Taksir Munsharif, melainkan Khafadh Fathah pada Isim Ghayru Munsharif).
  4. هَذَا بَيْتُ الرِّجَالِ الصَّالِحِينَ.
    • Kata: الرِّجَالِ – “Para laki-laki”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Kasrah.
    • Mengapa: Karena ia adalah Jamak Taksir Munsharif yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih dari بَيْتُ.

Penutup

Alhamdulillah, kita telah menuntaskan pembahasan tentang Kasrah sebagai tanda Khafadh/Jar pada Isim Jamak Taksir Munsharif. Memahami bahwa ia di-I’rab seperti Isim Mufrad (kecuali jika ghayru munsharif) adalah kunci utamanya.

Pada artikel berikutnya, insyaallah kita akan melanjutkan pembahasan Kasrah sebagai tanda Khafadh/Jar pada jenis kata yang ketiga dan terakhir, yaitu Jamak Muannats Salim.

Terus semangat dan istiqamah dalam belajar! Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman bagi kita semua.