Selamat datang kembali di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah! Kita telah melanjutkan pembahasan tentang tanda-tanda Khafadh/Jar. Pada serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelumnya (029, 030, dan 031), kita telah membahas Kasrah sebagai tanda Khafadh/Jar pada Isim Mufrad Munsharif, Jamak Taksir Munsharif, dan Jamak Muannats Salim. Kini, kita akan melangkah ke tanda Khafadh/Jar yang berikutnya, yaitu Ya’ (اليَاءُ).

Ya’ adalah tanda Khafadh/Jar pengganti (bukan asli seperti Kasrah). Matan Al-Ajurumiyyah menjelaskan:

وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، وَفِي التَّثْنِيَةِ، وَالْجَمْعِ.

Adapun Ya’, maka ia menjadi tanda Khafadh pada tiga tempat: pada Asma’ul Khamsah, pada Tatsniyah (Isim Mutsanna), dan pada Jamak (Jamak Mudzakkar Salim).

Pada serial Nahwu Al-Ajurumiyyah kali ini, kita akan fokus sepenuhnya pada Ya’ sebagai tanda Khafadh/Jar untuk Al-Asma’ul Khamsah. Pembahasan Ya’ sebagai tanda Khafadh/Jar pada Isim Mutsanna dan Jamak Mudzakkar Salim akan kita pelajari di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya.

Untuk menyegarkan ingatan, tiga tanda Khafadh/Jar adalah:

  1. Kasrah (ـِ atau ـٍ): Tanda asli.
  2. Ya’ (ي): Tanda pengganti.
  3. Fathah (ـَ): Tanda pengganti.

Ya’ menjadi tanda Khafadh/Jar pada tiga jenis kata:

  1. Al-Asma’ul Khamsah (Isim-Isim yang Lima)
  2. Isim Mutsanna
  3. Jamak Mudzakkar Salim

Al-Asma’ul Khamsah

Al-Asma’ul Khamsah (الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ) adalah lima isim khusus: أَبٌ (ayah), أَخٌ (saudara laki-laki), حَمٌ (ipar), فُوْ (mulut), dan ذُوْ (yang memiliki/pemilik).

Seperti yang telah kita bahas di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah 016 (Tanda Rafa’ Wawu pada Isim-Isim yang Lima), kelima isim ini memiliki I’rab yang unik, yaitu di-rafa’kan dengan Wawu, di-nashabkan dengan Alif, dan di-jarrkan dengan Ya’, asalkan enam syarat khusus terpenuhi:

  1. Mufrad (مُفْرَدًا): Bentuk tunggal.
  2. Mukabbar (مُكَبَّرًا): Bentuk asli (bukan tashghir).
  3. Mudhafah (مُضَافَةً): Disandarkan kepada kata lain.
  4. Idhafah Bukan dengan Ya’ Mutakallim (إِضَافَتُهَا لِغَيْرِ يَاءِ الْمُتَكَلِّمِ): Tidak disandarkan kepada Ya’ Mutakallim (ي).
  5. Lafazh فُوْ (fu) tidak dengan Mim (وَكَوْنُ الْفَمِ بِغَيْرِ مِيمٍ): Kata “mulut” harus dalam bentuk فُوْ, bukan فَمٌ.
  6. Lafazh ذُو (dzu) harus bermakna “yang memiliki” (وَكَوْنُ ذُو بِمَعْنَى صَاحِبٍ): Kata ذُو harus bermakna “pemilik”.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, mereka akan di-I’rab seperti Isim Mufrad biasa (dengan harakat: dhammah, fathah, kasrah).

Berikut adalah contoh Isim dari Al-Asma’ul Khamsah dalam tiga kondisi I’rab (Rafa’, Nashab, Khafadh/Jar), dengan asumsi semua syarat terpenuhi:

No.

Isim Asli

Rafa’ dengan Wawu

Nashab dengan Alif

Khafadh/Jar dengan Ya’

Terjemahan (contoh)

1

أَبٌ

أَبُوْكَ

أَبَاكَ

أَبِيْكَ

Ayahmu

2

أَخٌ

أَخُوْهُ

أَخَاهُ

أَخِيْهِ

Saudaranya (lk)

3

حَمٌ

حَمُوْكِ

حَمَاكِ

حَمِيْكِ

Iparmu (pr)

4

فُوْ

فُوْهُ

فَاكَ

فِيْهِ

Mulutnya

5

ذُوْ

ذُوْ عِلْمٍ

ذَا عِلْمٍ

ذِيْ عِلْمٍ

Pemilik ilmu

Tanda Khafadh Huruf Ya pada Al-Asma’ul Khamsah

Ketika Al-Asma’ul Khamsah berada dalam posisi yang mengharuskan Khafadh/Jar (yaitu didahului oleh huruf Jar atau sebagai Mudhaf Ilaih), dan memenuhi keenam syarat I’rab dengan huruf, maka tanda Khafadh/Jarnya adalah Ya’ (ي). Ya’ ini akan terlihat jelas sebagai huruf tambahan di akhir kata.

Contoh-Contoh

  1. سَلَّمْتُ عَلَى أَبِيْكَ. (Aku mengucapkan salam kepada ayahmu.)
    • أَبِيْكَ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (أَبٌ + كَ). Memenuhi semua syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَلَى. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
  2. نَظَرْتُ إِلَى أَخِيْهِ. (Aku melihat kepada saudaranya (laki-laki).)
    • أَخِيْهِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (أَخٌ + هُوَ). Memenuhi semua syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar إِلَى. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
  3. هَذَا كِتَابُ ذِيْ عِلْمٍ. (Ini adalah bukunya pemilik ilmu.)
    • ذِيْ عِلْمٍ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (ذُو + عِلْمٍ). Memenuhi semua syarat (termasuk bermakna “yang memiliki” dan mudhaf kepada isim jenis). Berkedudukan Khafadh/Jar sebagai Mudhaf Ilaih dari كِتَابُ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
  4. تَكَلَّمْتُ مَعَ حَمِيْكِ. (Aku berbicara dengan iparmu (perempuan).)
    • حَمِيْكِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (حَمٌ + كِ). Memenuhi semua syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului zharf مَعَ (yang berfungsi sebagai amil jar). Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
  5. لَا تَنْطِقْ بِفِيْكَ إِلَّا بِالْخَيْرِ. (Janganlah engkau berbicara dengan mulutmu kecuali dengan kebaikan.)
    • فِيْكَ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (فُوْ + كَ). Memenuhi semua syarat (termasuk tanpa mim). Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar بِـ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.

Contoh dari Ayat Al-Quran

Mari kita identifikasi Al-Asma’ul Khamsah yang berkedudukan Khafadh/Jar dengan tanda Ya’ dalam beberapa ayat Al-Qur’an:

1. QS. Az-Zukhruf (43): 26

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖٓ اِنَّنِيْ بَرَاۤءٌ مِّمَّا تَعْبُدُوْنَۙ

(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah.

  • لِأَبِيْهِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (أَبٌ + هُوَ). Memenuhi syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar لِـ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’.

2. QS. Abasa (80): 34-35

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ . وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ

Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, (dari) ibu dan bapaknya.

  • أَخِيْهِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (أَخٌ + هُوَ). Memenuhi syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar مِنْ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’.

  • أَبِيْهِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (أَبٌ + هُوَ). Memenuhi syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena diathafkan kepada أَخِيهِ (yang majrur). Tanda Khafadhnya adalah Ya’.

3. QS. Shad (38): 1

صۤ ۗوَالْقُرْاٰنِ ذِى الذِّكْرِۗ

Ṣād. demi Al-Qur’an yang mengandung peringatan.

  • ذِيْ الذِّكْرِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (ذُو + الذِّكْرِ). Memenuhi syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena menjadi sifat bagi الْقُرْآنِ (yang majrur karena huruf qasam وَ). Tanda Khafadhnya adalah Ya’.

4. QS. Al-Kahfi (18): 83

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنْ ذِى الْقَرْنَيْنِۗ قُلْ سَاَتْلُوْا عَلَيْكُمْ مِّنْهُ ذِكْرًا ۗ

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Zulqarnain. Katakanlah, “Akan aku bacakan kepadamu sebagian kisahnya.”

  • ذِيْ الْقَرْنَيْنِ: Termasuk Al-Asma’ul Khamsah (ذُو + الْقَرْنَيْنِ). Memenuhi syarat. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَنْ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’.

Ringkasan

  • Ya’ (ي) adalah tanda Khafadh/Jar khusus untuk Al-Asma’ul Khamsah, Isim Mutsanna, dan Jamak Mudzakkar Salim.

  • Al-Asma’ul Khamsah adalah lima isim khusus (أَبٌ، أَخٌ، حَمٌ، فُوْ، ذُوْ) yang I’rabnya dengan huruf (Wawu untuk Rafa’, Alif untuk Nashab, Ya’ untuk Jar).

  • Agar di-jarrkan dengan Ya’, Al-Asma’ul Khamsah harus memenuhi enam syarat yang telah dibahas di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah 016.

  • Ketika Al-Asma’ul Khamsah berkedudukan Khafadh/Jar dan memenuhi syarat, tanda Khafadhnya adalah Ya’ yang jelas terlihat.

Soal-Soal

Tentukan macam I’rab dan tanda Khafadh/Jar dari kata yang ditebalkan berikut ini. Jelaskan mengapa.

  1. سَلَّمْتُ عَلَى أَخِيْكَ فِي الْجَامِعَةِ.
    • Kata: أَخِيْكَ – “Saudaramu”
  2. هَذَا كِتَابُ أَبِيْ.
    • Kata: أَبِيْ – “Ayahku”
  3. مَرَرْتُ بِحَمِيْكَ الْكَرِيمِ.
    • Kata: حَمِيْكَ – “Iparmu”
  4. تَعَلَّمْتُ مِنْ ذِيْ خُلُقٍ حَسَنٍ.
    • Kata: ذِيْ – “Pemilik”

Jawaban

  1. سَلَّمْتُ عَلَى أَخِيْكَ فِي الْجَامِعَةِ.
    • Kata: أَخِيْكَ – “Saudaramu”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Ya’.
    • Mengapa: Karena ia adalah Al-Asma’ul Khamsah yang berkedudukan sebagai Isim Majrur setelah huruf Jar عَلَى. Ia memenuhi syarat-syarat I’rab dengan huruf.
  2. هَذَا كِتَابُ أَبِيْ.
    • Kata: أَبِيْ – “Ayahku”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Kasrah Taqdiri.
    • Mengapa: Meskipun أَبِيْ adalah bagian dari Al-Asma’ul Khamsah, di sini ia disandarkan kepada Ya’ Mutakallim. Oleh karena itu, I’rabnya adalah Jar dengan Kasrah Taqdiri karena Munasabah, bukan dengan Ya’.
  3. مَرَرْتُ بِحَمِيْكَ الْكَرِيمِ.
    • Kata: حَمِيْكَ – “Iparmu”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Ya’.
    • Mengapa: Karena ia adalah Al-Asma’ul Khamsah yang berkedudukan sebagai Isim Majrur setelah huruf Jar بِـ. Ia memenuhi syarat-syarat I’rab dengan huruf.
  4. تَعَلَّمْتُ مِنْ ذِيْ خُلُقٍ حَسَنٍ.
    • Kata: ذِي – “Pemilik”
    • Macam I’rab: Khafadh/Jar.
    • Tanda I’rab: Ya’.
    • Mengapa: Karena ia adalah Al-Asma’ul Khamsah yang berkedudukan sebagai Isim Majrur setelah huruf Jar مِنْ. Ia memenuhi syarat-syarat I’rab dengan huruf, termasuk bermakna “pemilik” dan disandarkan kepada isim jenis.

Penutup

Alhamdulillah, kita telah menuntaskan pembahasan tentang Ya’ sebagai tanda Khafadh/Jar pada Al-Asma’ul Khamsah. Memahami kekhasan I’rab mereka dan syarat-syaratnya adalah kunci untuk menguasai bagian ini.

Pada serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya, insyaallah kita akan melanjutkan pembahasan tanda Khafadh/Jar Ya’ pada tempat yang kedua, yaitu Isim Mutsanna.

Terus semangat dan istiqamah dalam belajar! Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman bagi kita semua.