Selamat datang kembali di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah! Kita telah melanjutkan pembahasan tentang tanda-tanda Khafadh/Jar. Pada serial Nahwu Al-Ajurumiyyah sebelumnya, kita telah membahas Kasrah sebagai tanda Khafadh/Jar pada Isim Mufrad Munsharif, Jamak Taksir Munsharif, dan Jamak Muannats Salim. Di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah terakhir (032), kita mulai membahas Ya’ sebagai tanda Khafadh/Jar untuk Al-Asma’ul Khamsah.
Kini, kita akan melanjutkan pembahasan tanda Khafadh/Jar Ya’ (اليَاءُ) pada tempat yang kedua, yaitu Isim Tatsniyah (التَّثْنِيَةُ).
Matan Al-Ajurumiyyah menjelaskan:
وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، وَفِي التَّثْنِيَةِ، وَالْجَمْعِ.
Adapun Ya’, maka ia menjadi tanda Khafadh pada tiga tempat: pada Asma’ul Khamsah, pada Tatsniyah (Isim Mutsanna), dan pada Jamak (Jamak Mudzakkar Salim).
Fokus kita pada serial Nahwu Al-Ajurumiyyah kali ini adalah pada Isim Tatsniyah. Kita akan melihat bagaimana Ya’ menjadi tanda Khafadh/Jar yang khas untuk isim yang menunjukkan makna dua ini.
Untuk menyegarkan ingatan, tiga tanda Khafadh/Jar adalah:
- Kasrah (ـِ atau ـٍ): Tanda asli.
- Ya’ (ي): Tanda pengganti.
- Fathah (ـَ): Tanda pengganti.
Ya’ menjadi tanda Khafadh/Jar pada tiga jenis kata:
- Al-Asma’ul Khamsah
- Isim Tatsniyah (Isim Mutsanna)
- Jamak Mudzakkar Salim
Isim Tatsniyah
Seperti yang telah kita pelajari di serial Nahwu Al-Ajurumiyyah 017 (Tanda Rafa’ Alif pada Isim Mutsanna), Isim Tatsniyah (اِسْمٌ تَثْنِيَةٌ) atau Isim Mutsanna (اِسْمٌ مُثَنًّى) adalah isim yang menunjukkan makna dua (baik laki-laki maupun perempuan). Isim ini dibentuk dengan menambahkan huruf khusus di akhir Isim Mufrad.
Perubahan dari Isim Mufrad ke Isim Tatsniyah
-
Untuk kondisi Rafa’, Isim Tatsniyah ditandai dengan penambahan Alif (ا) dan Nun (ن) berharakat kasrah (
ـَانِ). Contoh:رَجُلٌ(satu laki-laki) →رَجُلَانِ(dua laki-laki). -
Untuk kondisi Nashab dan Khafadh/Jar, Isim Tatsniyah ditandai dengan penambahan Ya’ (ي) sukun dan Nun (ن) berharakat kasrah (
ـَيْنِ). Contoh:رَجُلٌ→رَجُلَيْنِ(dua laki-laki).
Perhatikan bahwa bentuk Isim Tatsniyah untuk Nashab dan Khafadh/Jar adalah sama, yaitu berakhiran ـَيْنِ. Kita membedakan antara Nashab dan Khafadh/Jar berdasarkan ‘Amil (faktor) yang memasukinya dan kedudukannya dalam kalimat.
Berikut adalah contoh Isim Tatsniyah dalam tiga kondisi I’rab (Rafa’, Nashab, Khafadh/Jar):
|
No. |
Isim Mufrad |
Rafa’ dengan Alif |
Nashab dengan Ya’ |
Khafadh/Jar dengan Ya’ |
Terjemahan (contoh) |
|---|---|---|---|---|---|
|
1 |
رَجُلٌ |
رَجُلَانِ |
رَجُلَيْنِ |
رَجُلَيْنِ |
Dua laki-laki |
|
2 |
طَالِبَةٌ |
طَالِبَتَانِ |
طَالِبَتَيْنِ |
طَالِبَتَيْنِ |
Dua siswi |
|
3 |
كِتَابٌ |
كِتَابَانِ |
كِتَابَيْنِ |
كِتَابَيْنِ |
Dua buku |
|
4 |
مُعَلِّمٌ |
مُعَلِّمَانِ |
مُعَلِّمَيْنِ |
مُعَلِّمَيْنِ |
Dua guru (lk) |
|
5 |
سَيَّارَةٌ |
سَيَّارَتَانِ |
سَيَّارَتَيْنِ |
سَيَّارَتَيْنِ |
Dua mobil |
Tanda Khafadh Huruf Ya pada Isim Tatsniyah
Ketika Isim Tatsniyah berada dalam posisi yang mengharuskan Khafadh/Jar (yaitu didahului oleh huruf Jar atau sebagai Mudhaf Ilaih), maka tanda Khafadh/Jarnya adalah Ya’ (ي) yang terletak sebelum Nun berharakat kasrah (ـَيْنِ). Ya’ ini adalah huruf pengganti dari Kasrah. Nun (ـنِ) ini adalah sekadar pelengkap dan akan hilang dalam kondisi tertentu (misalnya ketika di-idhafahkan).
Contoh-Contoh
- جَلَسْتُ عَلَى الْكُرْسِيَّيْنِ. (Aku duduk di atas dua kursi itu.)
- الْكُرْسِيَّيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الْكُرْسِيُّ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَلَى. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat (padaـَيْنِ).
- الْكُرْسِيَّيْنِ: Isim Tatsniyah dari
- نَظَرْتُ إِلَى الطَّالِبَيْنِ الْمُجْتَهِدَيْنِ. (Aku melihat kepada dua siswa yang rajin itu.)
- الطَّالِبَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الطَّالِبُ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar إِلَى. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat. - الْمُجْتَهِدَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الْمُجْتَهِدُ. Berkedudukan Khafadh/Jar sebagai Na’at (sifat) dari الطَّالِبَيْنِ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
- الطَّالِبَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
- هَذَا كِتَابُ الرَّجُلَيْنِ. (Ini adalah bukunya dua orang laki-laki itu.)
- الرَّجُلَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الرَّجُلُ. Berkedudukan Khafadh/Jar sebagai Mudhaf Ilaih dari كِتَابُ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
- الرَّجُلَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
- تَكَلَّمْتُ مَعَ الْمُعَلِّمَتَيْنِ. (Aku berbicara dengan dua guru perempuan itu.)
- الْمُعَلِّمَتَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الْمُعَلِّمَةُ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului zharf مَعَ (yang berfungsi sebagai amil jar). Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
- الْمُعَلِّمَتَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
- سَلَّمْتُ عَلَى الْبِنْتَيْنِ. (Aku mengucapkan salam kepada dua anak perempuan itu.)
- الْبِنْتَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الْبِنْتُ. Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَلَى. Tanda Khafadhnya adalah Ya’ (ي) yang jelas terlihat.
- الْبِنْتَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
Contoh dari Ayat Al-Quran
Mari kita identifikasi Isim Tatsniyah yang berkedudukan Khafadh/Jar dengan tanda Ya’ dalam beberapa ayat Al-Qur’an:
1. QS. An-Nur (24): 45
وَاللّٰهُ خَلَقَ كُلَّ دَاۤبَّةٍ مِّنْ مَّاۤءٍۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّمْشِيْ عَلٰى بَطْنِهٖۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّمْشِيْ عَلٰى رِجْلَيْنِۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّمْشِيْ عَلٰٓى اَرْبَعٍۗ يَخْلُقُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allah menciptakan semua jenis hewan dari air. Sebagian berjalan dengan perutnya, sebagian berjalan dengan dua kaki, dan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
-
رِجْلَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
رِجْلٌ(kaki). Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar عَلَىٰ. Tanda Khafadhnya adalah Ya’.
2. QS. Fushilat (41): 12
فَقَضٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوَاتٍ فِيْ يَوْمَيْنِ وَاَوْحٰى فِيْ كُلِّ سَمَاۤءٍ اَمْرَهَا ۗوَزَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَۖ وَحِفْظًا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ
Lalu, Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang paling dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang sebagai penjagaan (dari setan). Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
-
يَوْمَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
يَوْمٌ(hari). Berkedudukan Khafadh/Jar karena didahului huruf Jar فِي. Tanda Khafadhnya adalah Ya’.
3. QS. Al-Anfal (8): 7
وَاِذْ يَعِدُكُمُ اللّٰهُ اِحْدَى الطَّاۤىِٕفَتَيْنِ اَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّوْنَ اَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُوْنُ لَكُمْ وَيُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكٰفِرِيْنَۙ
(Ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah milikmu. Akan tetapi, Allah hendak menetapkan yang benar (Islam) dengan ketentuan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya
-
الطَّائِفَتَيْنِ: Isim Tatsniyah dari
الطَّائِفَةُ(golongan). Berkedudukan Khafadh/Jar sebagai Mudhaf Ilaih dariإِحْدَى. Tanda Khafadhnya adalah Ya’.
Ringkasan
-
Ya’ (ي) adalah tanda Khafadh/Jar khusus untuk Isim Tatsniyah, Al-Asma’ul Khamsah, dan Jamak Mudzakkar Salim.
-
Isim Tatsniyah adalah isim yang menunjukkan makna dua, dibentuk dengan menambahkan
ـَيْنِ(Ya’ sukun dan Nun kasrah) untuk kondisi Nashab dan Khafadh/Jar. -
Ketika Isim Tatsniyah berkedudukan Khafadh/Jar, tanda Khafadhnya adalah Ya’ yang jelas terlihat.
Soal-Soal
Tentukan macam I’rab dan tanda Khafadh/Jar dari kata yang ditebalkan berikut ini. Jelaskan mengapa.
- جَلَسْتُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ وَالْمَرْأَتَيْنِ.
- Kata: الرَّجُلَيْنِ – “Dua laki-laki”
- قَرَأْتُ فِي كِتَابَيْنِ جَدِيدَيْنِ.
- Kata: كِتَابَيْنِ – “Dua buku”
- رَأَيْتُ طَالِبَتَيْنِ فِي الْمَكْتَبَةِ.
- Kata: طَالِبَتَيْنِ – “Dua siswi”
- هَذَا بَيْتُ أَخِيكَ.
- Kata: أَخِيكَ – “Saudaramu”
Jawaban
- جَلَسْتُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ وَالْمَرْأَتَيْنِ.
- Kata: الرَّجُلَيْنِ – “Dua laki-laki”
- Macam I’rab: Khafadh/Jar.
- Tanda I’rab: Ya’.
- Mengapa: Karena ia adalah Isim Tatsniyah yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih dari
بَيْنَ(zharf makan yang berfungsi sebagai amil jar).
- قَرَأْتُ فِي كِتَابَيْنِ جَدِيدَيْنِ.
- Kata: كِتَابَيْنِ – “Dua buku”
- Macam I’rab: Khafadh/Jar.
- Tanda I’rab: Ya’.
- Mengapa: Karena ia adalah Isim Tatsniyah yang didahului oleh huruf Jar
فِي.
- رَأَيْتُ طَالِبَتَيْنِ فِي الْمَكْتَبَةِ.
- Kata: طَالِبَتَيْنِ – “Dua siswi”
- Macam I’rab: Nashab.
- Tanda I’rab: Ya’.
- Mengapa: Ini adalah Isim Tatsniyah yang berkedudukan sebagai Maf’ul Bih dari
رَأَيْتُ. Nashabnya dengan Ya’, bukan Khafadh/Jar (meskipun bentuknya sama).
- هَذَا بَيْتُ أَخِيكَ.
- Kata: أَخِيكَ – “Saudaramu”
- Macam I’rab: Khafadh/Jar.
- Tanda I’rab: Ya’.
- Mengapa: Ini adalah Al-Asma’ul Khamsah yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih dari
بَيْتُ. Khafadhnya dengan Ya’. (Bukan Isim Tatsniyah).
Penutup
Alhamdulillah, kita telah menuntaskan pembahasan tentang Ya’ sebagai tanda Khafadh/Jar pada Isim Tatsniyah. Mengingat bahwa bentuk ـَيْنِ digunakan untuk Nashab dan Jar pada mutsanna adalah kunci utamanya.
Pada serial Nahwu Al-Ajurumiyyah berikutnya, insyaallah kita akan melanjutkan pembahasan tanda Khafadh/Jar Ya’ pada tempat yang ketiga dan terakhir, yaitu Jamak Mudzakkar Salim.
Terus semangat dan istiqamah dalam belajar! Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan pemahaman bagi kita semua.